Kekerasan dalam Pacaran

Kekerasan Dalam Pacaran

Sahabat Polibatam mestinya sudah sering mendengar tentang KDRT yang merupakan singkatan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Saya yakin ada diantara pembaca yang pernah menjadi korbannya. Tulisan Saya kali ini akan membahas mengenai Kekerasan Dalam Pacaran, yang mana sebetulnya ini bisa jadi cikal bakal dari KDRT.

Sahabat PoliKonseling, sebelum membahas mengenai Kekerasan. Sahabat perlu memahami makna Cinta yang sesungguhnya.

Cinta.

Pepatah bilang, Cinta itu datangnya dari mata turun ke hati. Suatu hari Hana (Bukan nama sebanarnya), mendapati notifikasi melalui sosial media untuk menerima permintaan pertemanan oleh seseorang yang belum dia kenal, yang kemudian setelah chating dan saling berbalas jempol dan komen, Hana merasa Ariel (cowok yang meminta di- add) ini selalu nyambung diajak cerita, bisa membuat Hana tertawa pas lagi kesel sama Dosen. Akhirnya, hari ini janjian ketemuan.

Bagaimana perasaan Hana menurut mu? Bagaimana jika ternyata gamabaran tentang Ariel jauh berbeda dari bayangan Hana?

Sahabat PoliKonseling,

Cantik dan ganteng itu relatif. Kamu dulu menganggap pacarmu Cantik/Ganteng, setelah putus dan menemukan yang baru kamu bilang pacarmu yang sekarang yang paling Cantik/ Ganteng.  Apa yang dapat dipetik dari cerita ini? Jangan pernah menjadikan Fisik sebagai alasan kamu jatuh cinta.

Jadi, apa filter pertama dalam jatuh cinta? Kembali pada cerita Hana dan Ariel, rupanya Ariel tidak se-tamvan mantan kekasihnya, si Jono. Tetapi di hari pertama mereka bertemu, Ariel mampu mebuka mata hati Hana. Hana yang tadinya kikuk karena merasa diluar ekspektasi, bisa merasa nyaman berbincang dengan Ariel. Hal ini bisa terjadi karena ada KECOCOKAN  dan itu mutlak didalam suatu hubungan.

Tapi gak mungkin ada yang serupa, masak apa apa harus sama? Yang saudara kembar aja, pasti ada yang beda. Jadi apa yang sebetulnay dimaksud dengan kecocokan?  Sahabat bisa bayangkan sepasang sandal? Sanda kiri dan kanan, bentuknya berbeda bukan? Tapi mereka saling melengkapi.

Bagaimana maksud daripada melengkapi? Jika pasangan mu adalah orang yang kaku jika berada di keramaian, sedangkan kamu adalah orang yang supel, bisa jadi kalian adalah pasangan yang cocok dan melengkapi. Tapi bagaimana dengan pasangan yang satu orang nya ceroboh dan gak mau di atur, tetapi punya pasangan yang sangat kaku dan taat peraturan? Frustasi!

Jadi, persoalan jodoh yang utama adalah bagimana kamu bisa mendapati kekurangan yang bisa kamu toleransi.

Sahabat PoliKonseling,

Fase Cinta itu ada beberapa tahap,  yang akan saya bahas adalah tahap bagaimana kekerasan itu muncul. Tahap yang pertama adalah The Addiction Phase, yaitu saat pertama kamu mulai tertarik dan merasa dia lah jodoh mu, ketika cinta mu yang menggebu-gebu, pada tahap ini biasanya muncul pada saat PDKT, pacaran atau bulan madu. Semua rasanya indah, masih bisa menerima sedikit perilaku yang tidak kamu sukai dari pasangan. Entah sampai berapa lama kamu pasti akan sampai ke tahap selanjutnya yaitu,  The Hangover Phase,  tahap ini kamu mulai menyadari banyak hal dari pasanganmu yang tidak sesuai dengan harapan mu, yang kemudian membawa pertengkaran karena kamu berharap dia akan kembali saat pertama masa kalian jadian, atau mungkin selingkuh untuk mencari perhatian.  Ditahap ini Kekerasan muncul, sebagai suatu upaya pengendalian terhadap pasangan.

Sahabat PoliKonseling,

Kekerasan dalam hubungan romantis (pacaran/pernikahan) apabila sudah terjadi sekali, maka kemungkinan akan berulang dikemudian hari.

Lingkaran kekerasan

Hal ini dapat menjelaskan bagaimana bisa Kekerasan dalam Pacaran, akan berlanjut hingga menjadi KDRT.

Sering kali korban dalam fase bulan madu, merasa pelaku sudah berubah, padahal tidak..

Kamu atau motivator hebat sekalipun tidak akan pernah bisa mengubah seseorang itu, jika seseorang itu memang tidak mau berubah. Jika diawal saja sudah gak cocok, jangan paksakan mempertahankan hubungan kalian apalagi sampai menikah. Seumur hidup bukanlah waktu yang sebentar. Lingkaran ini akan terus berlanjut selama kamu masih dalam hubungan ini.

Bagaimana caranya keluar dari lingkaran setan?

  1. Sadari bahwa dirimu berharga, jadilah pribadi yang tidak bergantung dengan siapapun, jangan tukar kebahagianmu dan mental mu dengan hubungan seperti itu
  2. Dekatkan diri pada Tuhan
  3. Jalin hubungan baik dengan teman-teman
  4. Segera cari pertolongan pada ahli, datanglah ke Polibatam Counseling Center atau ke Psikolog terdekat. Permasalah yang emmbutuhkan terapi ahrus dilakukan tatap muka dan berkala.

Cinta itu manis, baik, membahagiakan. Jika cinta menjadi derita, maka itu adalah drama. Kamu yang menjalani sekenario nya, kamu juga yang bisa memutuskan akhirnya.

 

By: Mutia Wachyu N., S.Psi

4 Replies to “Kekerasan dalam Pacaran”

  1. saya setuju dengan pernyataan Kekerasan dlm pacaran jadi cikal bakal KDRT, namun bukankah kekerasan dalam pacaran justeru jadi penyebab tdk jadinya hubungan itu ke pernikahan dan tdk akan ada kekerasan dlm rumah tangga ?

    1. Super sekalii Mas Aditya, namun banyak orang memilih bertahan dalam hubungan tersebut, karena berbagai alasan, misalanya karena sudah terlanjur sayang, takut memulai hubungan yang baru, dsb. Dengan artikel ini saya berharap bagi yang sedang dalam kondisi tersebut, dapat segera memutus lingkaran kekerasan itu.

    1. Sebelum memutuskan pilihan untuk pasangan hidup tentu kita harus mengenal orang itu terlebih dahulu kan? nah, saat masa mengenal a.k.a PDKT, pastikan kamu mengetahui dengan baik, latar belakangnya, dan bisa kamu tanyakan juga dengan orang yang sudah lebih lama mengenal dirinya. Kamu juga bisa mengetes bagaimana cara dia menghadapi kesulitan atau mengahdapi perilaku kamu yang tidak dia senangi, kamu bisa liat bagaimana responnya, dan kamu bisa menilai apakah dia orang yang kasar? atau orang yang bisa marah dengan cara yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *